Pencuri Bermodus Pendataan Penerima Bansos Beraksi di Kebumen, Gasak Uang Warga Rp 1,5 Juta

Ilustrasi pencuri uang. Aksi pencurian bermodus mengaku sebagai petugas Dinas Sosial yang hendak mendata penerima Bansos terjadi di Kabupaten Kebumen.
Aksi pencurian bermodus mengaku sebagai petugas Dinas Sosial yang hendak mendata penerima Bansos terjadi di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Elies, warga Desa Jemur, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen, kehilangan uang Rp 1,5 juta setelah ada tiga orang yang mengaku petugas Dinsos mendatangi rumahnya.

Kejadian itu bermula saat Elies menerima tamu tiga pria yang mengaku sebagai pegawai Pemkab Kebumen.

Elies pun tak menaruh rasa curiga.

Apalagi, mereka menumpang mobil dan berpakaian rapi saat datang.

Dua di antara pelaku memakai batik dan dilengkapi ID card sebagai pegawai Dinas Sosial.

Seorang lain berpakaian biasa, mengaku sebagai sopir.


Elies yang tinggal sendirian di rumah sempat senang lantaran mereka datang untuk mendatanya sebagai penerima bantuan.

"Saya ditanya, sudah pernah terima bantuan Covid belum. Saya jawab, belum pernah," katanya saat dihubungi, Sabtu (7/8/2021).

Mereka meyakinkan, lansia yang belum pernah menerima bantuan akan didata untuk menerima bantuan sosial dari program Presiden Jokowi.
Elies disebut menjadi sasaran bantuan itu.



Bantuan yang akan diberikan berupa uang tunai Rp 950 ribu, sembako, dan cincin emas.

Mereka kemudian mengajak Elies ke ruang belakang atau dapur.

Alasannya, mereka ingin melihat kondisi dapur karena berhubungan dengan bantuan sembako.

Elies percaya saja.


Di ruang belakang, seorang pria berpakaian batik mewawancarai Elies.

Satu temannya seolah sedang merekam proses wawancara itu menggunakan kamera video.

Sementara, seorang lain yang mengaku sopir, menunggu di ruang depan.

"Yang ngaku sopir itu terus ke belakang numpang ke kamar mandi. Tapi cuma sebentar, terus keluar kasih kode ke temannya," katanya.

Mendapat kode dari orang yang mengaku sopir itu, keduanya pun mengakhiri wawancaranya dengan orang tua itu.

Mereka mengajak Elies ke ruang depan kembali untuk sesi foto bersama.
Foto itu diakui mereka untuk laporan kantor. Mereka pun lantas pamit pulang dan berjanji kembali, Rabu pekan depan.

Mereka akan kembali dengan membawa bantuan yang dijanjikan, yakni uang tunai dan sembako.

Baca juga: Ledakan Petasan di Kebumen, Tewaskan 4 Orang, Korban Diduga Merokok Saat Meracik Mercon

Ketiganya masuk ke mobil dan memacunya hingga lepas dari pandangan. Sampai perpisahan itu, Elies belum curiga.


Sekitar setengah jam kemudian, Elies pergi ke warung untuk berbelanja.

Namun, ia kaget, saat membuka dompet, isinya telah raib.

Ia kemudian pulang dan lari ke kamar untuk mengecek dompet yang lain.


Benar saja, uang di dompet yang lain ikut hilang.

Ia kehilangan uang sekitar Rp 1,5 juta di dua dompetnya itu.

"Pas buka dompet, uangnya enggak ada sama sekali," katanya.

Elies pun tersadar telah menjadi korban penipuan.
Tamu yang mengaku pegawai Dinsos dan menjanjikan bantuan diduga sebagai pelaku kejahatan.

Dia menduga, pencurian terjadi saat dia diajak ke ruang belakang untuk diwawancarai.

Ternyata, itu hanya modus agar satu di antara mereka bisa menggasak barang berharga di rumah.

Meski kehilangan sejumlah uang, Elies tetap bersyukur karena nyawanya selamat.


Mereka hanya mengambil barang berharganya, tanpa sedikitpun melukai tubuhnya.

"Saya bersyukur, saya selamat. Mereka mengambil dengan cara halus," katanya.

Elies berharap, kejadian yang menimpanya bisa menjadi pelajaran berharga bagi warga lain.


Masyarakat agar berhati-hati menerima tamu tak dikenal.

0 Comments