Apa itu Internet Service Provider (ISP) Dan Penjelasan Lengkap



Pada dasarnya, Internet Service Provider (ISP) adalah badan usaha yang menyediakan layanan Internet kepada pelanggan. Badan usaha ini menyediakan produk berupa pengelolaan layanan internet yang diatur dalam Undang-Undang Kominfo Nomor 2 Tahun 2013.

ISP atau Penyedia Layanan Internet (PJI) menggunakan metode yang berbeda dalam menyediakan layanan mereka. Metode ini melibatkan distribusi Internet melalui kabel ( wired) dan nirkabel ( nirkabel ). Dalam praktiknya, ISP dapat menyewa atau membangun infrastruktur jaringan mereka sendiri.

Jenis Layanan ISP di Indonesia






Jika dibedakan berdasarkan layanan, ISP menggunakan berbagai jenis media distribusi Internet sebagai berikut:
  1. Mobile Broadband — ISP ini menggunakan teknologi nirkabel berbasis sinyal frekuensi khusus untuk telepon seluler, seperti 2G, 3G, 4G, 5G. Layanan ini berfokus pada pendistribusian internet ke pengguna smartphone.Contoh ISP ini, Telkomsel, Indosat, XL.
  2. VSAT/Satelit — ISP ini menggunakan teknologi nirkabel berdasarkan sinyal frekuensi khusus satelit yang diambil oleh piringan gelombang mikro. Layanan ini berfokus pada penyaluran Internet dari surga langsung ke Bumi. Pelanggannya adalah pengguna internet di daerah terpencil.Contoh ISP ini, Pacific Satellite Nusantara (PSN), Telkomsat
  3. Kabel Serat Optik — ISP ini menggunakan jaringan kabel serat optik untuk mendistribusikan Internet kepada pelanggannya. Biasanya digunakan di daerah dengan infrastruktur internet yang baik, seperti daerah perkotaan yang padat penduduk.Contoh ISP ini, Telkom, Firstmedia, MyRepublic, Lintasarta
  4. Wireless Radio Link — ISP ini menggunakan radio PTP atau PTMP nirkabel untuk mendistribusikan Internet ke pelanggannya, yang umumnya digunakan di daerah pinggiran kota atau pedesaan . Contoh ISP ini, Nusanet, Atinet
Masing-masing media distribusi di atas memiliki aturan khusus , seperti izin penggunaan frekuensi dan lainnya yang diatur oleh Telekomunikasi dan Teknologi Informatika.


Dalam kegiatan operasionalnya, ISP dapat menggunakan lebih dari satu jenis media dalam pendistribusiannya, namun tetap tunduk pada izin khusus yang ditetapkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk masing-masing media tersebut.

ISP dan NAP


Karena Internet bekerja secara relai, ISP umumnya menyewa Penyedia Akses Jaringan ( Network Access Providers /NAP) saat membangun infrastruktur jaringan .

Network Access Provider (NAP) adalah penyedia internet yang berada satu tingkat di atas ISP. Peran NAP adalah untuk menyediakan jaringan Internet yang lebih besar dan lebih jauh.

Secara analogi, NAP berfungsi sebagai grosir dan ISP sebagai toko .

NAP menjual layanannya kepada ISP, kemudian ISP menjual layanannya kepada perorangan ( end user ).


Jadi pada dasarnya ISP dan NAP sama-sama penyedia layanan internet, yang membedakan adalah skala infrastrukturnya.


Tanggung jawab ISP

Saat mendistribusikan Internet, ISP tidak diperbolehkan hanya memberikan akses Internet kepada pelanggan mereka. ISP harus mematuhi dan mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh Kominfo.

Apa saja kewajiban yang harus dilakukan ISP:
  • Memiliki izin pendirian usaha dan operator ISP
  • Terdaftar di Indonesia Network Information Center ( IDNIC )
  • Menerapkan pemblokiran halaman/konten yang ditetapkan oleh Kominfo.
  • Bergabung dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia ( APJII )
  • Memiliki nomor ASN (blok IP khusus yang terdaftar untuk digunakan oleh ISP dan pelanggan)
  • Memiliki perangkat yang disertifikasi oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika ( SPPDI )
  • Patuhi peraturan frekuensi untuk menggunakan jaringan Internet nirkabel. Izin frekuensi untuk mendapatkan izin stasiun radio.
  • Wajib mencatat transaksi koneksi (log file) minimal selama 3 bulan terakhir penyimpanan data.
  • Membayar biaya Hak Pengusahaan Telekomunikasi (BHP TEL).


Peran ISP di Indonesia





Indonesia saat ini menempati urutan ke-15 di antara negara-negara Asia lainnya dalam hal penetrasi internet.

Berdasarkan data Internetworldstats pada Maret 2021, populasi pengguna internet di Indonesia mencapai 212,35 juta pengguna dengan perkiraan total populasi 276,3 juta.


Artinya 76,8 persen masyarakat Indonesia sudah terkoneksi dengan internet. Semuanya bisa terwujud berkat ISP.

Kesulitan utama bagi ISP di Indonesia adalah kondisi geografis di Indonesia yang sangat sulit, dengan perbukitan, pegunungan dan lembah serta dipisahkan oleh banyak pulau. Oleh karena itu, harga layanan internet cukup mahal dan membutuhkan investasi yang besar.

produk ISP





ISP saat ini tidak hanya menawarkan layanan internet. Selain mengembangkan teknologi, beberapa penyedia layanan Internet mungkin juga memiliki beberapa produk, antara lain:
  1. Layanan Hosting Situs Web — Dengan menginvestasikan beberapa peralatan komputasi server, ISP dapat menambahkan layanan khusus menggunakan koneksi Internet mereka. Contohnya adalah layanan hosting situs web.
  2. Layanan Hosting Server Email - Tak jarang ISP juga menawarkan layanan hosting server email. Beberapa layanan tambahan seperti sewa domain dan ruang penyimpanan yang besar untuk skala bisnis dan korporasi.
  3. Layanan Server Co-Location — Ini adalah layanan khusus yang ditujukan untuk seseorang yang ingin menempatkan servernya di gedung ISP untuk mendapatkan waktu kerja yang lebih baik dan koneksi Internet yang lebih andal.
  4. Layanan Sewa VPS — Ini adalah layanan sewa komputer spesifikasi khusus yang ditempatkan di tempat ISP dan dikelola sepenuhnya oleh ISP.
  5. Internet Khusus — Ini adalah layanan khusus, ditujukan untuk kantor, sekolah, rumah sakit, bisnis yang menginginkan koneksi Internet bebas dari pengaruh pengguna lain. Internet berbasis bersama dapat dipengaruhi oleh stabilitasnya selama waktu puncak karena tingginya jumlah akses simultan, sedangkan internet khusus tidak.
  6. IP Publik Statis — Merupakan layanan penugasan IP khusus yang tidak berubah, terutama digunakan untuk perangkat yang memerlukan koneksi jarak jauh seperti CCTV, server, dan lainnya.
  7. DDNS — Adalah layanan pengganti untuk IP Publik Statis yang lebih murah. Mengaitkan domain dengan alamat IP dinamis memungkinkan akses luar tanpa alamat IP statis.
  8. Cloud Meeting dan Google Workspace - Apalagi di masa pandemi yang mengharuskan kerja jarak jauh , beberapa ISP sudah mulai menawarkan layanan open workspace secara online. Contoh layanan tersebut adalah Telkomsel CloudX , Nusanet Google Workspace

0 Comments